Blog“Motivasi”, Proses Yang Mempengaruhi Seseorang Mencapai Suatu Keinginan

May 5, 2019

Kita pasti tidak asing lagi dengan kata motivasi atau mungkin kita sering mendengar kata tersebut di dalam kehidupan atau aktifitas sehari-hari kita, tapi apakah kamu sudah mengetahui apa definisi motivasi? Simak ulasan berikut

Pengertian Motivasi

Motivasi merupakan suatu proses yang mendorong atau mempengaruhi seseorang untuk mendapatkan atau mencapai apa yang diinginkannya baik itu secara positif maupun negatif. Secara ilmiah motivasi akan memberikan perubahan pada seseorang yang muncul akibat dari perasaan, sehingga melakukan suatu driving force yang menggerakkan manusia untuk bertingkah-laku dan di dalam perbuatannya itu mempunyai tujuan tertentu.

Asal usul kata motivasi berasal dari bahasa Inggris, yaitu “motivation” yang artinya “daya batin” atau “dorongan”. Sehingga pengertian motivasi adalah sugesti atau dorongan yang muncul karena diberikan oleh seseorang kepada orang lain atau dari diri sendiri, dorongan tersebut bermaksud agar orang tersebut menjadi orang yang lebih baik dari yang sebelumnya.

Adapun pengertian motivasi menurut para ahli yang diantaranya yaitu:

  • Menurut Hamalik (1992:173): Pengertian Motivasi merupakan perubahan energi dalam diri atau pribadi seseorang yang ditandai dengan timbulnya perasaan dan reaksi untuk mencapai tujuan.
  • Menurut Azwar (2000:15): Motivasi merupakan rangsangan, dorongan ataupun pembangkit tenaga yang dimiliki seseorang atau sekelompok masyarakat yang mau berbuat dan bekerjasama secara optimal dalam melaksanakan sesuatu yang telah direncanakan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.
  • Menurut Sardiman (2006:73): Pengertian Motivasi merupakan perubahan energi dalam diri seseorang yang ditandai dengan munculnya felling dan didahului dengan tanggapan terhadap adanya tujuan.
  • Menurut Mulyasa (2003:112): Pengertian Motivasi merupakan tenaga pendorong atau penarik yang menyebabkan adanya tingkah laku ke arah suatu tujuan tertentu. Peserta didik akan bersungguh-sungguh karena memiliki motivasi yang tinggi.
  • Menurut Victor H. Vroom: motivasi ialah sebuah akibat dari suatu hasil yang ingin diraih atau dicapai oleh seseorang dan sebuah perkiraan bahwa apa yang dilakukannya akan mengarah pada hasil yang diinginkannya.

Jenis-Jenis Motivasi

Ada beberapa jenis motivasi yang memberikan pengaruh dan memotivasi seseorang untuk melakukan sesuatu dalam hidupnya.

  • Motivasi Intrinsik

Motivasi intrinsik adalah motif-motif (daya penggerak) yang menjadi aktif dan berfungsinya tidak perlu dirangsang dari luar karena dari diri individu sudah terdapat dorongan untuk melakukan sesuatuKondisi tersebut dipengaruhi oleh dua alasan, yaitu alasan untuk mendapatkan stimulasi kognitif dan untuk mendapatkan rasa telah berprestasi, merasa kompeten dan merasa bisa menguasai lingkungan.

Sebagai contoh konkrit, seorang karyawan baru yang rajin bertanya dalam diskusi. hal tersebut dilakukan karena ingin mendapat pengetahuan dan keterampilan yang berguna dalam pekerjaannya, tidak ada tujuan lain. Perilakunya tersebut murni untuk mendapatkan informasi penting yang dibutuhkan dalam bekerja, bukan karena ingin pujian atau imbalan lain.

  • Motivasi Ekstrinsik

Motivasi ekstrinsik adalah dorongan yang menggerakkan seseorang untuk melakukan sesuatu itu bersumber pada suatu kebutuhan yang harus dipenuhi. Motivasi ekstrinsik berasal dari lingkungan eksternal, dari luar diri individu yang berlaku dengan imbalan-imbalan tertentu, seperti pujian dari orang lain.

Sebagai contoh itu seorang karyawan baru yang rajin bertanya dalam diskusi, karena mengharapkan pujian dari atasannya. Tujuan utama buka pada peroleh informasi, tetapi pada pujian yang didapatkan karena melakukan sesuatu. Jadi kalau dilihat dari segi tujuan kegiatan yang dilakukannya, tidak secara langsung berkaitan dengan esensi dari aktivitas yang dilakukannyn itu.

Faktor-faktor yang Mempengaruhi Motivasi

Motivasi seseorang sangat dipengaruhi oleh dua faktor, yaitu :

Faktor Internal

  • Persepsi Individu Mengenai Diri Sendiri: Seseorang termotivasi atau tidak untuk melakukan sesuatu banyak tergantung pada proses kognitif berupa persepsi. Persepsi seseorang tentang dirinya sendiri akan mendorong dan mengarahkan perilaku seseorang untuk bertindak
  • Harga Diri Dan Prestasi: Faktor ini mendorong atau mengarahkan inidvidu (memotivasi) untuk berusaha agar menjadi pribadi yang mandiri, kuat dan memperoleh kebebasan serta mendapatkan status tertentu dalam lingkungan masyarakat dan dapat mendorong individu untuk berprestasi
  • Harapan: Adanya harapan-harapan akan masa depan. Harapan ini merupakan informasi objektif dari lingkungan yang mempengaruhi sikap dan perasaan subjektif seseorang. Harapan merupakan tujuan dari perilaku.
  • Kebutuhan: Manusia dimotivasi oleh kebutuhan untuk menjadikan dirinya sendiri yang berfungsi secara penuh, sehingga mampu meraih potensinya secara total. Kebutuhan akan mendorong dan mengarahkan seseorang untuk mencari atau menghindari, mengarahkan dan memberi respon terhadap tekanan yang dialaminya.
  • Kepuasan Kerja: Lebih merupakan suatu dorongan afektif yang muncul dalam diri individu untuk mencapai goal atau tujuan yang diinginkan dari suatu perilaku

Faktor Eksternal

  • Jenis Dan Sifat Pekerjaan: Dorongan untuk bekerja pada jenis dan sifat pekerjaan tertentu sesuai dengan objek pekerjaan yang tersedia akan mengarahkan individu untuk menentukan sikap atau pilihan pekerjaan yang akan ditekuni. Kondisi ini juga dapat dipengartuhi oleh sejauh mana nilai imbalan yang dimiliki oleh objek pekerjaan dimaksud
  • Kelompok kerja Dimana Individu Bergabung: Kelompok kerja atau organisasi tempat dimana individu bergabung dapat mendorong atau mengarahkan perilaku individu dalam mencapai suatu tujuan perilaku tertentu; peranan kelompok atau organisasi ini dapat membantu individu mendapatkan kebutuhan akan nilai-nilai kebenaran, kejujuran, kebajikan serta dapat memberikan arti bagi individu sehubungan dengan kiprahnya dalam kehidupan sosial.
  • Situasi Lingkungan Pada Umumnya: Setiap individu terdorong untuk berhubungan dengan rasa mampunya dalam melakukan interaksi secara efektif dengan lingkungannya;
  • Sistem Imbalan Yang Diterima: Imbalan merupakan karakteristik atau kualitas dari objek pemuas yang dibutuhkan oleh seseorang yang dapat mempengaruhi motivasi atau dapat mengubah arah tingkah laku dari satu objek ke objek lain yang mempunyai nilai imbalan yang lebih besar. Sistem pemberian imbalan dapat mendorong individu untuk berperilaku dalam mencapai tujuan; perilaku dipandang sebagai tujuan, sehingga ketika tujuan tercapai maka akan timbul imbalan.

Proses Motivasi

Motivasi ada karena terdapat suatu kebutuhan yang sifatnya lebih mendasar. Untuk dapat memenuhi kebutuhan tersebut, timbullah dorongan perilaku. Jika seorang individu mengalami suatu bentuk motivasi dan dorongan, maka orang tersebut disebut mengalami hal yang tidak seimbang.

Setiap manusia dengan berbagai kebutuhan tidak akan pernah puas dalam memenuhi kebutuhannya. Oleh sebab itu proses motivasi akan terus berlangsung selama manusia mempunyai kebutuhan yang harus dipenuhi. Pada dasarnya proses terjadinya motivasi menunjukkan adanya dinamika yang terjadi disebabkan adanya kebutuhan yang mendasar dan untuk memenuhinya terjadi dorongan untuk berprilaku.

Pemberian Motivasi Yang Efektif

Maksud pemberian motivasi adalah agar terjadi perubahan dari orang-orang yang diberi motivasi. Pemberian motivasi tidak selamanya berhasil bahkan dapat dikatakan gagal. Bagaimanakah cara pemberian motivasi sehingga efektif?

  • Pelihara hubungan sosial yang baik
  • Bantu merencanakan karier karyawan
  • Apresiasi peningkatan kinerja sekecil apa pun
  • Tunjukkan Betapa Anda Menghargai Semua Anggota Tim Anda
  • Bangun kepercayaan antara Anda dan karyawan

Menurut seorang ahli bernama Armstrong Armstrong(1988:60), menyatakan bahwa pemberian motivasi dapat efektif apabila :

  • Ketahui beberapa faktor yang dapat mempunyai pengaruh terhadap proses motivasi, model kebutuhan, sasaran tindakan dan pengaruh pengalaman dan harapan yang dapat mendorong pada sasaran tertentu dan juga keadaan dimana kebutuhan tersebut dapat terpenuhi ataupun tidak dapat terpenuhi
  • Pahami proses dasar dari motivasi, adanya model berbagai macam kebutuhan, sasaran yang ingin dibidik, serta tindakan berikut pengaruh pengalaman dan harapan yang telah ditetapkan sebelumnya.
  • Mengetahui bahwa motivasi tidak dapat dicapai hanya dengan menciptakan perasaan puas, karena banyak perasaan puas dapat menimbulkan perasaan puas diri dan kelambanan.
  • Memahami bahwa disamping semua faktor di atas ada hubungan yang kompleks antara motivasi dan prestasi kerja.

Dalam berperilaku, dorongan yang dimiliki individu tidak selalu intrinsik atau ekstrinsik. Hal tersebut dipengaruhi oleh kondisi individu, baik faktor internal maupun eksternal. Akan tetapi, ada kecenderungan jenis motivasi tertentu yang menjadi kekhasan individu dalam perilakunya. Semoga artikel ini bisa menambah wawasan anda.